Rabu, 25 Juli 2018

Aku Bangga Menjadi Tuan Rumah Asian Games ke-XVIII!


            Setelah menjadi tuan rumah Asian Games ke-IV pada tahun 1962, Indonesia dipilih kembali menjadi tuan rumah Asian Games ke-XVIII. Ini adalah sebuah kehormatan yang besar bagi Bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, Asian Games kali ini, mempertemukan kurang lebih 15.000 atlet dari 45 negara, dan memperebutkan 462 medali dari 40 cabang olahraga. Jumlah yang sangat fantastis, kan?

            Asian Games 2018 akan dilaksanakan mulai tanggal 18 Agustus 2018 sampai dengan 2 September 2018 ini membawa slogan ENERGY OF ASIA yang berarti kekuatan dari seluruh negara di Asia. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Asian Games, acara ini akan dilaksanakan di dua tempat dalam satu negara yaitu Jakarta dan Palembang. Tentulah perhelatan olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade ini harus kita kawal dengan baik. Kita harus mampu menjadi tuan rumah yang baik dan mendukung sepenuhnya terhadap acara ini. 

            Dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang pemerintah saat ini lakukan, tak bisa disangkal bahwa Asian Games adalah bukti bangkitnya Indonesia di kancah olahraga setelah meredup selama satu dekade terakhir. Dengan adanya LRT (Light Rail Transit), MRT (Mass Rapid Transit), renovasi Stadion Gelora Bung Karno dalam skala besar, dan seluruh fasilitas yang dibangun oleh pemerintah untuk mendukung Asian Games 2018 ini, saya berharap akan ada kemajuan yang signifikan terutama untuk masyarakat Indonesia.

            Membahas Asian Games, tidak lengkap rasanya jika tidak ikut membahas dua elemen penting di dalamnya, yaitu maskot dan logo. Untuk Asian Games kali ini, ada 3 maskot yang telah ditetapkan Indonesia. Mereka adalah Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka. Ketiga maskot ini merepresentasikan kekayaan alam, budaya, dan keberagaman Indonesia. Bhin-Bhin adalah Burung Cendrawasih khas Indonesia bagian Timur yang merepresentasikan strategi, Atung adalah Rusa Bawean dari Pulau Bawean yang merepresentasikan kecepatan, dan Kaka yang tak lain dan tak bukan adalah Badak Bercula Satu khas Indonesia bagian Barat yang merepresentasikan kekuatan. Ketiga maskot ini jika disatukan akan menjadi gambaran dari Benua Asia yang memiliki strategi tepat, kecepatan, dan kekuatan yang besar. Selain itu, ketiga maskot ini juga merepresentasikan semangat Indonesia dalam Bhinneka Tunggal Ika.

            Sedangkan untuk logonya, kali ini mengadaptasi dari bentuk Gelora Bung Karno dilihat dari sudut pandang atas dengan delapan jalur menuju ke stadion serta logo OCA (Olympic Council of Asia). Desain ini dapat menggambarkan bagaimana semangat ENERGY OF ASIA yang menyebar ke seluruh penjuru dunia, dan warna-warna yang berbeda merepresentasikan kekayaan alam, budaya, dan keberagaman Indonesia maupun Asia.

            Berkaca pada suksesnya Asian Games ke-IV dahulu, bukan tidak mungkin Indonesia mampu mempertahankan prestasi yang dicapai. Saat usia bangsa ini masih seumur biji jagung, Indonesia mampu meraih posisi runner up setelah Jepang sebagai juara dengan memperoleh 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu. Tentu ini membuktikan ke mata dunia bahwa kekuatan Bangsa Indonesia sangatlah besar, tidak kalah dengan negara lain, dan mampu bersaing dalam dunia olahraga. Tahun ini, target Indonesia adalah menduduki 10 besar. Dan ini semua bukan tidak mungkin untuk mampu diwujudkan dengan kerja keras para atlet yang bertanding dan dukungan penuh dari masyarakat.

            Untuk perhelatan olahraga akbar ini, pemerintah pun tidak tanggung-tanggung dalam mempersiapkannya. Anggaran dana senilai nyaris 10 triliun dikucurkan demi terciptanya kenyamanan, keamanan, dan kesuksesan Asian Games 2018. Dan anggaran ini diluar proyek pembangunan LRT dan MRT. Sebagai bagian dari persiapan menyambut Asian Games, pembangunan MRT Jakarta akan dipercepat. Palembang juga akan meningkatkan fasilitas seperti membangun monorel dengan panjang 25 kilometer, lalu skybridge dengan transit kereta ringan (LRT) terminal yang mengambil penumpang dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II ke Stadion Jakabaring. Saya sampai dibuat berdecak kagum dengan proses yang dilakukan pemerintah. Semoga saja fasilitas yang direnovasi maupun dibangun nantinya tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh masyarakat pasca Asian Games usai.

            Promosi pun gencar dilakukan untuk menarik minat masyarakat Indonesia maupun luar negeri pada Asian Games. Beberapa langkah promosi sudah dilakukan, salah satunya adalah Pemerintah Indonesia mendatangkan salah satu girlband Korea Selatan, SNSD sebagai bintang tamu dalam countdown satu tahun Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2017 lalu. Bahkan, pemerintah juga mengirim bus promosi Asian Games ke Rusia, tempat perhelatan pertandingan sepakbola terbesar di dunia tahun ini, World Cup 2018.

            Dengan adanya beberapa cabang olahraga baru, Asian Games 2018 menjadi kesempatan pertama kali Asian Games memperlombakan baik cabang olahraga maupun nomor olahraga terbanyak yang akan di pertandingkan. Lho, cabang olahraga baru? Yap, cabang olahraga baru! Dari sini saja sudah terdengar seru sekali. Pasti akan sayang untuk dilewatkan. Dalam Asian Games kali ini, ada yang berbeda dari cabang olahraganya. Cabang olahraga ini akan ditandingkan perdana di Indonesia tahun ini. Pasti penasaran, kan? Cabang olahraga ini adalah Rollersport, Bridge, Basket 3x3, Jet Ski, Pencak Silat, Jiu Jitsu, Sambo, Kurash, Paralayang, dan Panjat Tebing. Belum mengetahui sebagian besar dari 10 cabang olahraga tersebut? Silakan menonton pada saat Asian Games, ya! J

            Awalnya, pergelaran olahraga ini akan diadakan di Hanoi, Vietnam. Namun akhirnya dibatalkan dengan adanya alasan krisis ekonomi dan finansial yang dialami negara tersebut. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games muncul dalam pertemuan OCA General Assembly, dimana delegasi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dipimpin oleh Ketua Umum Rita Subowo dan Presiden Olimpiade Council of Asia (OCA) Sheik Fahad Al-Sabah di Incheon, September 2014. Dengan adanya kesempatan ini, saya sangat berharap Indonesia mampu memanfaatkannya sebaik mungkin. Tidak menutup kemungkinan, Asian Games akan menjadi pintu gerbang bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengeksplorasi kekayaan alam, budaya, dan keberagaman Indonesia. Tentu saja ini akan menjadi sebuah peluang besar untuk memajukan ekonomi rakyat Indonesia. Sekali lagi, UNTUK KEMAJUAN EKONOMI RAKYAT INDONESIA. Pada akhirnya, semua akan kembali ke rakyat. Semua hasil akan dinikmati oleh rakyat jika kita semua mampu memegang kendali ini. Asian Games bukan lagi hanya milik atlet, atau milik sponsor dan media, maupun milik pejabat semata. Asian Games adalah MILIK KITA BERSAMA.

            Sebelumnya, OCA menginginkan agar Asian Games ke-XVIII ini agar dilaksanakan pada tahun 2019, namun Indonesia mengajukan syarat agar dapat dilaksanakan pada tahun 2018 karena pada 2019 akan diadakan pemilihan umum presiden. Akhirnya syarat ini pun disetujui sehingga Indonesia resmi menjadi tuan rumah Asian Games ke-XVIII pada tahun 2018.

            Kita harus bangga. Kita harus mendukung sepenuhnya. Saya, kamu, mereka, kita semua masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Dukung Indonesia. Bahkan dengan aksi sekecil apapun. KITA BANGGA INDONESIA MENJADI TUAN RUMAH ASIAN GAMES KE-XVIII 2018!


#dukungbersama 

#asiangames2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar